June 13, 2017

Thank You Yahoo

Berhubung masih hot, turut berduka atas dijualnya Yahoo kepada Verizon dengan harga sekitar 4 Trilyun IDR. Verizon ingin Yahoo fokus dilayanan email saja, so, si Yahoo dimerger dengan AOL menjadi perusahaan baru namanya OATH.


---

Sedikit sejarah, email yahoo saya andiegokil@yahoo.co.id, dibuat tahun 2004 dan masih dipakai sampai sekarang. Umurnya udah 13 tahun, alhamdulillah sudah tamat SD dan mau masuk SMP. Eh?

Sejak tahun 2009-an Yahoo memilih untuk berhenti berinovasi dan lebih fokus nyari duit. Mungkin ini penyebab utama awal runtuhnya dinasti ming Yahoo. Tahun 2010-2012an, saya masih sering menggunakan layanan Yahoo Messenger untuk jualan. Gampang sekali untuk chat-chat dengan calon pelanggan, cukup tempel widget YM di forum atau blog dan bisa langsung ngobrol. Lebih mudah digunakan daripada G-Talk atau messenger lain. I think, Yahoo Messenger is keeping Yahoo Alive.


Tapi untuk layanan email, saya sangat jarang menggunakan Yahoo Mail karena tidak nyaman digunakan dan susah dioperasikan kalo punya koneksi lemot.

Romantisme saya sama Yahoo kian berkurang sejak CEO Yahoo diganti sama Marissa Haque Meyer dan Yahoo ganti logo. Yahoo kian berubah dan akhirnya I brake up.

Eh, I broke up.

---

Berkaca kepada Yahoo. Raksasa sebesar Yahoo pada jamannya, yang mau beli Google dan Facebook seharga 1 Milyar US$, bisa bangkrut karena berhenti untuk berinovasi. Apalagi kita yang ga bisa beli Facebook atau Google lalu memilih untuk tidak berinovasi?

---

Thank you for incredible years, Yahoo.

---

Photo Credit:
Oat Choco: Imagination Music Store
Yahoo: As the Mayer era winds down, Yahoo’s PR head is departing
Referensi: RIP Yahoo: Tak Ada yang "Too Big To Fail"

No comments: