August 16, 2017

Handkerchief

Niatnya mah, posting 2 kali seminggu, tapi alhasil, akibat seminggu belakangan ini ribet urusan kantor... Jadi jadwal nulis mundur. Jangankan jadwal nulis, jadwal pulang ke rumah aja mundur sampai jam 10 atau 11 malam *garuk garuk jantung Jon Snow pisang*.

---

No, no I will not tell you about my job here. Biarlah pekerjaan hanya di kantor dan blog sebagai tempat menulis di tempat kerja. Hari ini kita bahas tentang Man's Essentials, yaitu Handkerchief / Sapu Tangan.


Bagi saya sapu tangan itu sangat penting sekali. Saya lebih pilih ketinggalan jam tangan daripada ketinggalan sapu tangan. Hal ini dikarenakan saya ga pernah mau bawa tisu (kecuali buat bawain istri). Jadi kalau lagi keringetan, ga ada saputangan, perlu usaha lebih untuk minjam minta tisu ke teman kantor.

Lagian masa sih pria ganteng bawa tisu? *dilempar tiang bendera*

Bukan hanya keringat, tapi juga kita perlu saputangan untuk menghindari bau-bau asing seperti asap rokok, asap obat nyamuk, ataupun bau badan teman kantor. Tinggal tutup mulut pakai saputangan, and problem is solved.

Hal lainnya, ketika bersin. Elu mau bersinin telapak tangan atau monitor komputer? Tutuplah pakai sapu tangan dan everything is gonna be ok. Selain itu juga itu bau jigong juga ga kemana-mana dan tidak mengganggu yang lainnya. Nyunnah (Red. Nge-Sunnah) banget ini mah.

Poin pentingnya lagi, menggunakan sapu tangan dapat menghemat penggunaan tisu dan tentu saja mengurangi penggunaan kayu.

---

Jadi buat pria-pria yang diluar sana, yang masih pakai tisu, belilah sapu tangan. Gentleman do not use tissue. Harganya ga mahal kok, ga sampai 50ribu udah bisa dapat 3 atau 4 sapu tangan.

Nah dari sekian banyak hal yang saya sampaikan tentang sapu tangan, itu baru tentang kegunaan. Ada hal lain yang tersembunyi dalam hal style, yaitu lebih classic *halah*.

Dah. Sekian.